Blogger-Info © 2014 | Facebook Twitter Google+
Powered By : Blogger

Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Oktober 2014

Study tour



             Study Tour
                           karya: Erni Dian Safitri
    Saat itu Rita,Andi,dan Windy asik berbincang-bincang membahas study tour, yang sekolah mereka adakan.
    “kamu pilih study tour kemana Andi ?”
Tanya Rita kepada Andi dengan wajah tersenyum.
    “ Kemana aja asalkan happy.” Jawab andi sambil tertawa.
     Tibalah waktu keberangkatan study tour sekolah ke Pulau Bali.Rita sudah berkumpul bersama teman-temannya Rita yang biasanya suka bercanda sudah memulai bercandanya dengan omongan meledek.
      “ Mau study tour apa mau pindahan kamu windy? Dengan wajah yang tertawa. Windy menjawab dengan ekspresi wajah bercanda “ Mau pindahan ! ya mau study tour lah.”
      Hari sudah malam Rita dan teman-temannya belum juga berangkat. Saat bulan bersinar terang dilangit. Rita pun masuk ke bus didalam bus, Rita kembali mengeluarkan candaanya. Namun Windy dan Andi tidak merespon candaanya Rita menoleh   kewajah Andi dan Windy, ternyata mereka sedang tertidur dengan pulasnya dengan kesal Rita akhirnya ikut tidur.
       Malam berlarut menemani perjalanan Rita dan teman-temannya bulan bersinar terang menemani perjalanan mereka.Rita,dan Andi terbangun karena bus yang ditumpanginya berhenti dimesjid untuk melaksanakan shalat subuh.
      Matahari mulai bersinar,hari mulai terang Rita dan teman-temannya terbangun karena bus yang ia naiki berhenti direstoran untuk makan pagi Rita sangat lahap dan bersemangat saat sarapan pagi Andi pun menegur Rita dengan perkataannya.
      “ Biarin….. yang makan aku ini bukan kamu, kenapa kamu yang repot,” jawab Rita dengan wajah yang tak seperti biasanya.
      “ Dibilangin enggak percaya,keselek baru tau rasa loh nanti.” Jawab Andi dengan perasaan kesal.
      Matahari mulai menghilang, perjalanan Rita dan teman-temannya masih panjang. Mereka bertiga bercanda untuk mengisi waktu luang diperjalananya.
      Malam berlarut, Rita dan teman-temannya sampai dipelabuhan bali, pulau tujuan mereka matahari sudah muncul perjalanan masih berlanjut ke Tanah Lot Rita dan teman-temannya berfoto-foto diTanah Lot selesai berfoto-foto Rita dan teman-temannya pergi kerestoran untuk makan siang.
       Saat matahari sudah berada disebelah barat Rita,Andi,Windy dan rombongannya pergi kepantai Dreamland diKuta.untuk melihat pemandangan yang indah.Matahari telah menghilang Rita,Andi,Windy dan rombongannya menuju penginapan untuk beristirahat.saat bulan muncul dilangit dengan rasa letih dan lesuh Rita,Andi,Windy turun dari bus menuju kamar penginapan.malam berlarut Rita,Andi,Windysudah tertidur pulas.
       Pagi hari Rita,Andi,Windy dan rombongannya bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan mereka menyaksikan Barong Dance ( tari barong) dan melanjutkan kepusat oleh-oleh khas Bali hari sudah menjelang sore Rita,Andi,Windy dan rombongannya menuju tempat penginapan sampai dipenginapan mereka tidak langsung istirahat Rita dan teman-temannya bermain didepan kamar sambil canda tawa saat malam bertambah larut Andi mengajak Windy dan Rita untuk bermain kekamar temanya tetapi Rita memilih tidak ikut dan menunggu di kamar.
        “ Kita kekamar temannya? “ Tanya Andi kepada Windy dan Rita.
        “ Gak lah aku gak ikut.” Jawab Rita dengan nada lemas.
        “ yahhh.. Rita masa gak ikut…? Gak asik yahh sahut Windy dengan nada tidak bersemangat.
        Rita menjawab dengan nada lemas
        “ pengennya sihh ikut tapi engga lah aku dikamar aja.
        “ Yaudah aku pergi dulu yah sama Windy.” Jawab Andi.
         Malam semakin larut Andi dan Windy memutuskan untuk pergi kekamarnya.
         Siang harinya Rita dan teman-temannya melanjutkan perjalanan menuju wisata hutan palasangeh disana mereka melihat hewan-hewan dialam liar.Rita dan teman-temannya menuju penyebrangan Pulau Jawa. Dalam perjalan Rita dan teman-temannya bercanda dan berbincang-bincang bersama. Malam berlarut Rita dan teman-temannya masih asik bercanda riang sampai akhirnya mereka tertidur pulas dan terbangun dipagi harinya, mereka meneruskan perjalanannya dengan penuh kegembiraan.

     


Senin, 27 Oktober 2014

Di bawah ini merupakan salah satu Contoh CERPEN hasil Karya Anak SMP , berawal dari Tugas yang di berikan oleh Gurunya untuk Membuat CERPEN tersebut, berikut Ceritanya :



Tugas bahasa indonesia
Menulis cerita pendek bertolak dari peristiwa yang pernah dialami


Nama : Siti mariam
Kelas : IX C
SMP NEGERI 14 KOTA SUKABUMI  


Tragedi bibir jontor
Karya : siti mariam

               Pada saat pelajaran penjas. Semua murid harus memakai baju olahraga. Pelajaran penjas adalah pelajaran yang disukai Anis . tetapi saat ini pelajarannya pun selesai , Anis pun merasa sedih . Tiba-tiba datang Dian dan Sari mereka adalah teman Anis yang sangat rempong , cerewet , dan lebay . sampai Anis tidak kuat lagi berteman dengan mereka .
              Saat bell berbunyi Anis pergi ke kelasnya dengan sangat kecewa , lalu teman Anis yaitu Dian dan Sari berjalan menuju menuju kelas dengan berlari . Tiba-tiba Anis menendang pintu kelas yang tertutup itu menjadi terbuka dan Dian yang sedang berlari dengan cepat tiba-tiba saja terkena pintu yang terbuka itu . Dan tiba-tiba bibir Dian yang menurut dia indah itu terkena pintu yang terbuka dan jontor dan membengkak . Setelah kejadian itu terjadi , Dian pun menangis teman teman nya tertawa melihat bibir jontornya .
    “haha..ha.. dian bibir kamu kenapa ? bibir kamu kaya bebek “ ucap sari pada Dian
   Bell pulang pun berbunyi , Dian pun pulang dan tiba-tiba dia mengadu pada ayah
dan ibunya tentang bibir dia yang jontor karena Anis .
              “ibu… lihat bibirku jontor seperti bebek air seperti ini karena temanku
 “ucap Dian pada ibunya .
              “mungkin itu anugerah dari tuhan agar kamu tidak cerewet” ujar ibunya .
Lalu ayah dian datang dia melihat kondisi dian yang jontor seperti bebek .
 “Dian bibirmu kenapa ?!!! siapa yang melakukan ini padamu “ucap Ayah Dian sambil marah.
              “ini semua gara-gara Anis yah..!!! ucap Dian
  
 Pada keesokan harinya Ayah Dian datang kesekolah Dian dengan marah-marah 
dan mencari Anis teman Dian yang menyebabkan bibir dian jontor seperti bebek air .
      Saat Ayah Dian bertemu dengan Anis sambil marah-marah .
  “eh.. kamu Anis yang membuat anak saya Dian menjadi seperti bebek air ini
 “ Anis pun menjawab “tidak, saya tidak melakukan itu , itu hanya suatu tragedi atau kecelakaan seperti yang dibilang orang lain “.
               Disitulah Ayah Dian marah dan memarahi Anis ,
sampai Anis menangis teresedu-sedu sambil memakan mie instan yang panas itu . Teman sekelas Anis pun berkata .
“sial tuh Dian dia mengadu pada ayahnya . Padahal kita sudah bersyukur bibirnya jontor karena dia selalu cerewet dan membuat masalah dikelas “.
   “jangan seperti itu pada nya . biar bagaimana pun Dian itu temanku walaupun dia sangat rempong dan cerewet “ ucap Anis .
             “lebih baik kita pukuli saja dia biar dia tahu rasa bagaimana perasaan mu sekarang ini “ucap temanya .
            “jangan itu tidak baik “ ucap Anis .
            Tetapi dalam hati Anis dia merasa bersalah dengan semua itu karena itu semua salah dia sebaiknya dia tidak menendang pintu kelas itu .
            “lebih baik kita beri pelajaran Dian sekarang juga “ ucap temannya .
            “jangan!!! Lebih baik kita bunuh saja dia “ucap teman nya yang satu lagi .
            Tiba tiba datang lah Anis “ jangan kalian mau dipenjara “
            “tidak aku tidak mau dipenjara karena membunuh orang “ucap temanya
            Setelah itu Anis mengumpulkan teman temanya untuk berdiskusi tentang tragedi bibir jontor yang dialami oleh Dian . Anis merasa bersalah karena menendang pintu itu dan teman temannya akan meminta maaf pada Dian .
            Tetapi salah seorang teman tidak ingin meminta maaf pada Dian , karena dia benci pada Dian yang sekarang bibirnya sedang jontor . Dia pun berniat akan mencelakai Dian lagi . Dengan membuat bibirnya semakin jontor , tetapi semua itu telah digagalkan oleh Anis agar dia tidak melakukan itu pada Dian . Sebab didalam hati nya pasti masih ada pintu maaf bagi Dian . 
            Sementara itu Dian yang lama kelamaan bibirnya semakin jontor tiba tiba saja memarahi Anis yang jelas jelas tidak bersalah dan itu hanyalah sebuah kecelakaan yang tidak sengaja .
            Disitulah Anis merasa bersalah dan segera minta maaf pada Dian walaupun disaat itu dian sedang marah marah padanya .
            “Dian aku minta maaf , aku sudah membuat bibirmu jontor seperti bebek air ini . Sebenarnya aku tidak sengaja menendang pintu itu dan aku pun tidak tahu bahwa dibelakang pintu ada kamu Dian .” ucap Anis pada Dian sambil memohon dan membungkukan kepala .
            “Dian jangan maafkan dia , lebih baik kita pukuli saja dia . Dia kan yang membuat mu seperti ini sampai bibir kamu yang indah menjadi seperti bibir bebek air .” ucap Sari sambil memaksa Dian agar tidak memaafkan Anis .
             Dian pun terdiam dia berpikir sejenak tentang ucapan Sari tersebut . Tetapi dalam hatinya Dian yakin bahwa Anis tidak bersalah menendang pintu kelas itu padanya .
            “baiklah Anis aku memaafkan mu karena kamu itu temanku , teman harus saling memaafkan walaupun bibirku yang indah ini berubah menjadi jontor karena ulahmu.” Ucap Dian sambil memeluk Anis .
            “maafkan kita semua Dian karena kami telah menertawakan mu .” walaupun sebenarnya mereka terpaksa meminta maaf karena sebenarnya Dian itu cerewet , rempong dan lebay .
            “kalian jangan meminta maaf padaku karena aku tahu kalian terpaksakan minta maaf padaku .” ucap Dian .
            Semuanya pun tertawa mendengar ucapan Dian . Dan mereka pun berpelukan . Dan sejak saat itu mereka semaumenjadi teman yang saling mengerti walaupun dian itu memang menyebalkan .  
            Tetapi persahabatan dengan banyaknya perbedaan itu sangat indah .

Kamis, 23 Oktober 2014



Senyum di bulan desember
    Minggu lalu ardian dan keluarga nya pergi menengok nenek di rumah sakit . Di perjalanan ardian melihat seorang anak yang sedang mengamen,daan membawa Koran . Ardian melihat anak itu dengan wajah yang berkaca kaca ibu bertanya kepada ardian “kamu kenapa nak?” ardian menjawab “tidak bu tidak apa apa ,aku hanya kasian kepada anak itu yang mengamen . Lalu ibu memanggil anak itu untuk menuju mobilnya, “Nak kesini” Tanya ibu , lalu banak itu pun menghampiri mobil yang ardian dan keluarga nya tumpangi , “iya ada apa bu?” , lalu ibu mengambil uang dari saku nya anak itu terkejut karena uang yang di kasih nya tidak lah kecil ibu memnerikan uang itu sebesar 100,0000 (seratus ribu rupiah) , anak itu tercenggang dan bertanya “bu apa ini tidak besar?” ibu menjawab “tidak nak ibu ikhlas memberimu uang sebesar itu” .
     Anak itu sempat menangis karena baru sekarang ia mengamen di beri uang sebesar itu . Anak itu menghampiri mobil ardian “bu terima kasih banyak bu terima kasih” ibu menjawab sambil mengusap kepala si anak itu “iya nak , tidak apa apa , oh iya apa kamu sudah makan?” anak itu menggelengkqn kepala  “baik lah ayo sekarang kamu ikut ibu untuk makan” . Lalu ardian bertanya “ bagaimana dengan nenek? Kalau kita pergi ke rumah makan , lalu siapa yang akan menjaga nenek di rumah sakit?” . Ibu menjawab dengan raut muka tersenyum “Gampang , di sanakan sudah ada uwa sama paman yang menjaga nenek , lebih baik kita pergi ke rumah makan dulu dari pada nak ini kelaparan iya kan?” ardian terdiam
    Di perjalanan menuju rumah makan anak itu menangis dengan tersedu-sedu lalu ibu  bertanya “kenapa nak? Apa kamu tidak senang ibu membawa mu makan?” anak itu menjawab “saya ingat kepada ibu saya yang sekarang sedang sakit di rumah, ibu saya sudah lama mengidap penyakit ini saya ingin sekali membawa ibu saya pergi ke dokter tapi makan pun susah apalagi ke dokter” , ibu mengusap kepala anak itu sambil berkaca kaca “lalu ibumu sakit apa nak? Lalu ayahmu?” anak itu menjawab “ibu saya mengidap kanker dan gagal ginjal , sedangkan ayahku di penjara karena di tuduh mencuri emas milik tetangga . Ibu bertanya “tapi ayahmu memang melakukan itu?” anak itu menggelengkan kepala sambil menangis tersedu-sedu . Ayah bertanya kepada ibu “bu rumah makan nya sudah dekat” lalu mereka makan di rumah makan tersebut.
      Sesudah makan mereka mengantar anak itu pulang anak itu bertanya kepada ardian,ibu dan ayah “terima kasih kalian sudah memberi saya makan telah mmberi saya uang terima kasih banyak” . Ardian menjawab “sama sama kami ikhlas membantu kamu” , sesudah mengantar anak itu pulang keluarga ardian beranjak pergi ke rumah sakit untuk menengok nenek . Sesampai nya di rumah sakit uwa dan paman sudah ada di kamar dimana nenek di rawat uwa bertanya kepada ibu ardian “kamu kemana dulu koq lama?” ardian menjawab “tadi di perjalanan kami bertemu dgn seorang anak dia kelaparan dan kami pun membawa nya pergi ke rumah makan” uwa menjawab “oh pantas saja kalian lama kira uwa kalian kenapa kenapa”.
       Di rumah sakit ardian melihat lagi aanak itu yang kemaren maen lalu ardian terburu buru menghampirri ibunya “ bu..bu..cepat sini bu” ibu “ada apa ardian ardian menunjuk “itu kan anak yang kemarin ngamen ,iyakan bu?” ibu benggong yasudah ayo kita hampiri anak itu” . Ibu dan ardian pun menghampiri anak itu “sedang apa kamu di sini nak?” anak itu menjawab dengan tersedu-sedu “ibu saya ibu saya dari tadi nafas nya terenggah enggah ,saya khawatir cengan ibu saya , saya takut” . Lalu ibu menenangkan anak itu sambil mengusap air mata nya, “sudah lah nak sudah kita berdoa saja kepada alloh ,semoga I bu mu baik baik saja , sudah jangan menangis . Anak itu pun berhenti menangis tiba tiba dokter memanggil keluarga ibu si anak itu . Anak itu pun menghampiri dokter , mereka sempat ngobrol dengan sangat lama . Dokter itu pun bertanya “ibu kamu perlu di operasi nak , kalau tidaak nyawa ibu kamu tidak akan bias di selamatkan . Anak itu terdiam dalam hati kecilnya iaa menangis karena kalau ibunya di operasi biaya dari mana yang akan ia bayarkan . anak itu menjawab “tapi biaya dari mana dok yang akan saya bayarkan nanti nya?” “sudahlah nak kalau kamu tidak ada biaya mungkin sedikit demi sedikit rumah sakit ini akan membantu .
           Keluar dari ruangan tersebut anak itu menangis lagi karena memikirkan biaya yang akan ia bayarkan kelak . Anak itu binggung kemana lagi dia harus mencari mencari uang , sedangkan ia hanya mengamen dan menjual Koran saja . Tiba tiba anak itu di panggil suster dan suster itu memberikan struktur pembayaran operasi ibu nya , ketika di lihat anak itu terkejut saat melihat struktur pembayaran , pas di lihat pembayaran operasi nya adalah 8 juta anak itu menangis sambil terdiam , lalu anak itu menghampiri ibu nya yang mau di operasi “bu aku doakan semoga operasi ibu lancer tidak ada keganjilan ya bu” . Ibu menjawab “iya nak tapi apakah kamu punya uang untuk ini?” anak itu menjawab “sudahlah bu jangan di fikirkan” .
          Anak itu menunggu di depaan ruangan operasi sambil membaca alquran , anak itu menangis karena khawatir ibu nya kenapaa kenapa . operasi itu sangat lah lama anak itu terus saja membaca alquran tidak henti2 . dokter pun keluar dari ruangaan tersebut anak itu cepat2 menghampiri dokter itu . “dok gimana dengan keadaan ibu saya?apa dia baik2 saja?” . dokter pun tersenyum “berkat doamu yang di ijabah alloh , Alhamdulillah operasi nya lancer dan tidak ada kegajilan sedikit pun” . anak itu menjawab dengan raut muka yang tidak khawatir lagi “Alhamdulillah terima kasih ya alloh” .
           Dengan raut muka yang bahagia anak itu mengahmpiri kamar ibunya yang berada di kamar mawar , anak nitu senang karena operasinya lancar . Di saat ibu nya berhasil di operasi tiba2 anak itu pergi ke toilet, di toilet anaknitubterdiam sambil memegang struktur pembayaran operasi dalam hati kecilnya anak itu berkata “ kemana aku harus mencari uang sebesar itu?sedangkan aku hanya menjuall Koran dan mengamen . Lain waktu anak itu bertemu dengan ardian “ardian ardian kemari” ardian menjawab “ada apa?” “aku binggung kemana aku harus mencari uang untuk biaya operasi sedangkan aku hanya bekerja mengamen dan penjual Koran saja” . “apa? 8 juta? Uang dari manaa sebesar itu?” . Ardian mengajak anak itu ke rumah nya “ ya sudah ayo sekarang kamu ikut aku mungkin saja ibu ku bias membantu nya “
             Mereka pun pergi ke rumah ardian dan bertemu dengan ibunya “kenapa nak ? apaa yang bias aaku lakukan?” . Anak itu terdiam dan menangis  “ibu saya perlu berobat dan ibu saya baru saaja di operasi , saya binggung harus gimana dan kemana saya mencari uang sedangkan biaya operasi ibu saya saangat besar yaitu 8 juta” . Ibu menjawab “hah 8 juta? Itu bukan uang yang kecil nak itu sangat besar dan ibu pun tidak punya uang sebesar itu “ .
              Ardian berusaha mencari bantuan untuk biaya si anak itu ardian pun binggung harus gimana daan kemana untuk mencari uang sebesar itu” . ardian bertanya kepada ibu nya “bu apa benar ibu tidak ounya uang sebesar itu?kasian bu anak itu kalau rumah sakit tidak akan di bayarkan rumah sakit akan menuntut anak itu bu” . Ibu terdiam sejenak “entah lah nak ibu pun binggung ibu harus gimana dan kemana apa perlu ibu menjual berlian ini?” jawab ardian “ya sudah lah bu jual saja kalau ada rezeki lagi mungkin nanti papa akan memberikan yang lebih” “ya sudah besok kita jual berlian ibu untuk membayar biaya rumah sakit .
        Keesokan hari nyaardian dan ibu pergi ke pasar untuk menjual berlian itu , setelah di jual ternyata berlian itu harga nya 12 juta rasa saying terlihat dibwajah ibu . Setelah di jual ibu bersama ardian pergi ke rumah sakit , dan mereka pun ngobrol dengan sangat lama “Bu kami dating kesini akan membantu biaya operasi uibu yang 8 juta itu” ibu si anak itu menjawab “ya alloh Alhamdulillah ternyata masih ada orang yang berbaik hati seperti kalian ini “ . Anak itu pun menangis Karena tidak menyangka biaya operasi ibunya sudah lunas” .
       Pada bulan desember ini anak itu ingin sekali bertemyu dengan ayah nya yang berada di penjara , aanak itu kangen sekali kepada ayah nya , karena sudah 5 tahun ia tidak pernah ketemu . “ bu aku kangen ayah bu aku kangen” Tanya anak itudan ibu menjawab “ibu pun kangen nak yasudah besok kita berangkat ke rutan untuk menengok ayah mu “
     Pagi harinya mereka menengok ayah nya di rutan , sesampai nya di rutan akhirnya si anak itu bertemu juga “ayahhh … (sambil memeluk dan menangis)  ayah aku kangen yah kangen kapan ayah pulang?” ayah menjawab “sabar lah nak berdoalah kepada alloh agar ayah cepat bebas” . Ibu bertanya “ayah kemarin ibu baru saja selesai di operasi “ ayah “hah di operasi?” anak itu menjawab “aku tidak tega yah” lalu ayah bertanya lagi “ lalu biaya operasi nya siapa yang membayar?” ibu menjawab “keluarga Ardian” ayah menjawab “kalian harus berterima kasih kepada mereka” . Pada saat itu mereka berpelukan dan di sanalah mereka tersenyum dengan bahagia , pada saat bulan desember inilah terjadi kebahagiaan  yang luar  biasa .


    

Rabu, 22 Oktober 2014



Aku memandang langit yang memerah menandakan matahari terbenam di ufuk barat. Kembali terbayang kisah-kisah kebersamaan bersama Gerry, teman sejati. Teman yang memberi banyak perhatian. Bisa dibilang, ia adalah sahabat sejatiku. Tapi semuanya berubah drastis ketika Gerry memilih yang lain dan meninggalkanku.
“Sedih sekali…” gumamku sambil membayangkan banyak petualangan yang terjadi bersama Gerry. Ia cewek tomboy tapi selalu perhatian dengan sahabatnya. Bahkan, ia selalu mendukung aku apa pun masalah yang menimpa diriku. Tapi sekarang semua telah berubah.
“Hey kenapa di situ?” tegur seseorang. Aku berbalik.
“Ada apa?” tanyaku.
“Tidak. Kamu sangat aneh di sini. Sedang apa?” tanya lelaki itu.
“Sedang berpikir. Memikirkan seseorang.” Jawabku.
“Siapa?” tanya lelaki tak di kenal itu.
“Ah… kamu enggak perlu tahu!” jawabku.
“Aku mengganggu ya?” tanya lelaki itu. Ia tersenyum menatapku sekian lama. “Namaku Michael.”
“Namaku Renata. Aku… aku sedang memikirkan sahabatku, Gerry.” Jawabku pada akhirnya. “Sudah, aku mau pulang saja!” aku berlari cepat ke rumah. Michael menghadang jalanku.
“Apa lagi?” tanyaku.
“Ha ha ha… sudah. Maksudku, aku tidak mau kamu sedih. Gerry cewek yang paling hebat. Menurutku. Ia sangat berani dan memiliki jiwa petualang yang sangat tinggi.” Jawab Michael. Aku terbelalak.
“Dari mana kamu tahu?” tanyaku.
“Aku sahabatnya sebelum kamu!” jawab Michael.
Aku terkejut. Tapi hanya sebentar. Setelah itu aku berjalan cepat meninggalkan Michael. Lelaki itu telah memanggil namaku berulang kali. Tapi aku tidak mau mendengar-nya. Aku rasa, Gerry bukan lagi sahabat sejati. Ia bukan sosok istimewa. Ia telah bergonta-ganti sahabat. Itu di belakangku. Aku tahu ia cewek istimewa. Tapi ia sudah membuat sahabatnya bersedih. Ia sudah lama seperti ini! Tiba-tiba Michael menghadangku kembali.
“Apa?!?” tanyaku cukup keras memecahkan sore itu.
“Aku minta kamu mengerti. Sahabat tidak meninggalkan sahabat. Itu bukan sahabat sejati. Menurutku sahabat sejati itu tidak gonta-ganti sahabat dan sahabat sejati itu berteman dengan siapa saja. Tapi tidak meninggalkan teman sebelumnya.” Jawab Michael.
Aku diam. Air mata membasahi pipi. “Aku bukan sahabat Gerry. Ia jahat!” kataku akhirnya.
“Kalau memang kamu merasa Gerry jahat, bagaimana aku?” tanya Michael. Lelaki itu tampak lucu dengan kaos biru dan celana jeans coklat dengan motif kotak-kotak samar. Rambut hitamnya yang lurus dan matanya yang kecoklatan tampak seperti boneka Ken yang menjadi salah satu tokoh di film Barbie.
Aku terkejut dengan pertanyaannya. Aku memalingkan wajah dari Michael. Aku berbalik dan hendak berlari meninggalkan Michael untuk kedua kalinya. Tapi tidak jadi. Tangannya yang kuat memegang tanganku. Rasanya Michael tiga tahun lebih dewasa dari usianya yang baru 11 tahun ini.
“Iya. Menurutku, aku tidak perlu sedih lagi. Sudah ah! Aku mau pergi! Lepaskan aku! Biarkan aku sendiri!” aku berlari meninggalkan Michael. Lalu suasana hening. Michael tidak berteriak memanggilku.
BRUK!!!
“Ahh!” aku bangkit. “Aduh…” aku mengusap-usap siku tanganku yang lecet akibat bertabrakan dengan seseorang. “Siapa sih ka…” aku tidak meneruskan kata-kataku.
“Hai! Sudah lama kita tidak bertemu!” …dan orang itu adalah Gerry! Aku menatapnya lekat dengan sikap kesal. Lalu meninggalkannya tanpa mengatakan apa pun.
Sret!!!
Tangan dingin terulur menangkap lengan kecilku. Aku sudah sering merasakan tangan-tangan dingin itu. Itu adalah tangan kepunyaan Gerry. Tangan yang penuh berisi petualangan-petualangan dengan banyak sahabatnya selama ini.
“Apa lagi? Sudah cukup kamu membuat aku bersedih seperti ini!” ujarku.
“Kamu pasti tahu siapa Michael? Ia telah melupakan masa gelap sebelum aku dan kamu bersahabat kan?” tanya Gerry.
“Aku mengenal Michael. Ya seperti mengenal seorang teman. Aku sudah tahu ia bersahabat dengan kamu sebelum aku dan ia telah melupakan masa gelapnya ditinggal sama kamu….” jawabku.
“Aku memang bukan tipe kamu Rena. Tapi sudah waktunya untuk kamu seperti Michael. Karena aku tidak memilih kamu ataupun Michael tapi aku memilih untuk….”
“Untuk berteman dengan Jessica kan?! Sudah aku sudah tahu! Aku minta untuk kita tidak bersahabat lagi. Sekarang aku tidak mau lagi berteman dengan tukang bohong kayak kamu! Sudah waktunya untuk kita berpisah selama-lamanya! Aku minta kamu jauh dari aku! Aku mau pergi dulu!” aku berlalu sambil menarik tanganku dari Gerry.
“Renata! Renata! Aku tidak bermaksud seperti yang kamu pikirkan! Aku hanya…”
“Ah sudah Gerry! Pasti pada akhirnya Jessica juga tidak mau berteman dengan kamu! Dasar tukang bohong!” tiba-tiba Michael datang dan mencaci Gerry. Gerry kehabisan kata-kata. Ia sudah terjatuh. Dan sekarang ikatan persahabatan kita telah putus. Semua kisah-kisah kebersamaan yang sudah kami lalui bersama menguap bagaikan embun pagi hari yang mencapai siang. Aku dan Gerry telah berpisah untuk selama-lamanya.
-End-
Facebook

DAFTAR ISI
Total Kunjungan